Ngawi – Dalam rangka memperingati Milad ke-23 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, keluarga besar PPTQ–SMPIT Harapan Umat Ngawi menggelar kegiatan Nonton Bareng Film Jejak Langkah Dua Dasawarsa JSIT Indonesia pada Sabtu (25/7/2026) di Aula PPTQ–SMPIT Harapan Umat Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ustadz, ustadzah, serta karyawan dan karyawati sebagai momentum untuk mengenang perjalanan panjang JSIT Indonesia sekaligus memperkuat komitmen dalam mengemban amanah pendidikan Islam terpadu.
Kegiatan nonton bareng ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-23 JSIT Indonesia yang diselenggarakan secara serentak di berbagai sekolah Islam terpadu di Indonesia. Melalui penayangan film dokumenter Jejak Langkah Dua Dasawarsa JSIT Indonesia, para peserta diajak menelusuri sejarah lahirnya JSIT Indonesia, perjalanan perjuangan para pendiri, hingga berbagai kontribusi yang telah diberikan dalam memajukan pendidikan Islam terpadu selama lebih dari dua dekade.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SMPIT Harapan Umat Ngawi, Ustadz Anang Wahyudi, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk menjadikan kisah perjuangan para pendiri JSIT sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan amanah pendidikan.
Beliau menyampaikan bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan niat yang tulus dan istiqamah. Lahirnya JSIT Indonesia pun tidak terlepas dari kegelisahan para masayikh dan pendiri terhadap kondisi pendidikan di Indonesia. Dari kegelisahan tersebut lahir gagasan besar untuk menghadirkan pendidikan Islam yang memadukan nilai-nilai keislaman, akademik, dan pembentukan karakter dalam satu sistem yang utuh.
“Semoga kita dapat melanjutkan perjuangan para masayikh dan pendiri JSIT Indonesia. Langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil. JSIT lahir bukan dari sesuatu yang instan, tetapi dari kegelisahan terhadap kondisi pendidikan di negeri ini yang kemudian diwujudkan melalui ikhtiar, kolaborasi, dan kerja keras yang terus berlanjut hingga hari ini,” ungkap beliau.
Setelah pembukaan, seluruh peserta bersama-sama menyaksikan film Jejak Langkah Dua Dasawarsa JSIT Indonesia dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sambil menikmati hidangan ringan, para peserta mengikuti setiap alur cerita yang menampilkan sejarah berdirinya JSIT Indonesia, dinamika perjuangan para tokoh pendiri, perkembangan organisasi dari masa ke masa, hingga kiprah sekolah-sekolah Islam terpadu dalam memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan nasional.

Film tersebut menggambarkan bahwa perjalanan JSIT Indonesia dibangun di atas semangat dakwah, ukhuwah, profesionalisme, serta komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Berbagai tantangan yang dihadapi pada masa-masa awal justru menjadi penguat lahirnya gerakan pendidikan yang kini telah berkembang luas dan memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi bersama. Para peserta diajak untuk mengambil hikmah dari perjalanan panjang JSIT Indonesia sekaligus merefleksikan peran masing-masing sebagai bagian dari keluarga besar JSIT. Dalam suasana penuh keakraban, para ustadz dan ustadzah saling berbagi pandangan mengenai nilai-nilai perjuangan, semangat kolaborasi, serta pentingnya menjaga idealisme dalam mendidik generasi.
Melalui refleksi tersebut, seluruh peserta kembali diingatkan bahwa keberhasilan JSIT Indonesia tidak hanya dibangun oleh para pendirinya, tetapi juga oleh setiap guru, tenaga kependidikan, dan pengelola sekolah yang terus melanjutkan estafet perjuangan dengan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
Kegiatan nonton bareng ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap visi, misi, dan nilai-nilai JSIT Indonesia. Semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur, mempererat kebersamaan, serta menginspirasi seluruh insan Harapan Umat Ngawi untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan Islam terpadu yang bermutu.
Sejalan dengan tema Milad ke-23 JSIT Indonesia, keluarga besar PPTQ–SMPIT Harapan Umat Ngawi berkomitmen untuk terus melanjutkan estafet perjuangan dalam membangun generasi yang Qurani, cerdas, dan berkarakter. Dengan menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi dan refleksi, setiap insan pendidikan diharapkan semakin yakin bahwa perubahan besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, penuh keikhlasan, dan dilandasi semangat pengabdian kepada Allah SWT.