Ngawi – PPTQ–SMPIT Harapan Umat Ngawi menyelenggarakan kegiatan Awalussanah dan Khutbah Ta’aruf Santri Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Ahad (19/7/2026) di Masjid Darul Ilmi PPTQ Harapan Umat Ngawi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh wali santri baru beserta santri baru sebagai momentum dimulainya perjalanan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) dan SMPIT Harapan Umat Ngawi.
Kegiatan ini menjadi agenda awal yang menandai kedatangan santri baru ke pondok sekaligus prosesi serah terima amanah pendidikan dari orang tua kepada lembaga. Lebih dari sekadar seremoni, Awalussanah menjadi forum silaturahmi dan penyamaan visi antara pondok, sekolah, dan orang tua agar dapat berjalan beriringan dalam mendidik generasi yang Qurani, cerdas, dan berkarakter.
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Fathin Naufal Azhar, salah satu santri PPTQ Harapan Umat Ngawi. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta menyimak Khutbah Ta’aruf yang disampaikan oleh Ustadz Said Ramadhan Annadawi, Lc., selaku Kepala PPTQ Harapan Umat Ngawi.
Dalam khutbahnya, Ustadz Said mengajak seluruh santri untuk memiliki cita-cita menjadi Ahlul Qur’an. Menurut beliau, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi harus dijadikan sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah dan keputusan. Seorang santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar sepanjang hayat. Semangat tersebut selaras dengan wahyu pertama yang Allah turunkan melalui Surah Al-‘Alaq ayat 1, Iqra’ (Bacalah), yang menjadi dasar bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak mengenal batas usia.
Selain menjadi Ahlul Qur’an, Ustadz Said menekankan pentingnya membangun pribadi yang beradab. Menurut beliau, ilmu dan adab merupakan dua hal yang sama-sama mulia. Namun, adab harus didahulukan sebelum ilmu karena adablah yang akan menuntun ke mana dan untuk apa ilmu digunakan. Dengan adab yang baik, ilmu akan menjadi manfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, ilmu tanpa adab berpotensi kehilangan keberkahannya bahkan dapat membawa mudarat.
Prosesi berikutnya adalah sambutan penyerahan santri oleh perwakilan wali santri, Bapak Aris Budi Setiawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar kepada pihak pondok agar dapat membimbing putra-putri mereka menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan berakhlak mulia. Penyerahan tersebut menjadi wujud kepercayaan orang tua kepada Harapan Umat Ngawi sebagai mitra dalam mendidik anak-anak mereka.
Selanjutnya, Ketua Yayasan Harapan Umat Ngawi, Ustadz Murtoyo, A.Ptnh., M.M., menyampaikan sambutan penerimaan santri baru. Beliau menyambut seluruh santri dengan penuh kehangatan dan menegaskan komitmen yayasan untuk memberikan layanan pendidikan terbaik yang mengintegrasikan pembinaan keislaman, akademik, dan karakter. Beliau juga mengajak seluruh orang tua untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan pihak sekolah maupun pondok demi keberhasilan pendidikan para santri.
Pada sesi berikutnya, Ustadz Anang Wahyudi, S.Pd., Gr., selaku Kepala SMPIT Harapan Umat Ngawi, memaparkan arah pendidikan Harapan Umat Ngawi kepada seluruh wali santri. Dalam paparannya disampaikan visi dan misi lembaga, program-program unggulan, sistem pembelajaran terpadu, pembinaan karakter, program tahfidz, penguatan bahasa, hingga budaya sekolah yang menjadi ciri khas Harapan Umat Ngawi.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai hanya oleh sekolah atau pondok semata, tetapi membutuhkan kolaborasi yang erat dengan orang tua.
“Harapan Umat Ngawi ingin menjadi rumah kedua bagi anak-anak kita. Namun rumah pertama tetaplah keluarga. Karena itu, pendidikan terbaik lahir ketika sekolah, pondok, dan orang tua memiliki tujuan yang sama serta saling menguatkan dalam mendampingi tumbuh kembang para santri,” ungkapnya.
Setelah penyampaian arah pendidikan, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan kepada Allah SWT agar seluruh santri diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, dijaga keistiqamahannya, dan kelak menjadi generasi Qurani yang membawa manfaat bagi umat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan surat komitmen oleh wali santri dan santri baru. Penandatanganan ini menjadi simbol kesepakatan untuk bersama-sama menjalankan aturan, mendukung proses pendidikan, serta membangun komunikasi yang baik demi tercapainya tujuan pembinaan di Harapan Umat Ngawi.
Melalui kegiatan Awalussanah dan Khutbah Ta’aruf ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pondok, sekolah, dan keluarga dalam mengantarkan para santri menempuh perjalanan menuntut ilmu. Dengan fondasi adab, semangat mencintai Al-Qur’an, serta dukungan dari seluruh pihak, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang Qurani, Cerdas, dan Berkarakter, siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat.