Ngawi – Gugus Depan SMPIT Harapan Umat Ngawi menyelenggarakan Upacara Penerimaan Tamu Penggalang pada Jumat (31/7/2026) di halaman SMPIT Harapan Umat Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas VII, VIII, dan IX sebagai momentum penyambutan sekaligus pengukuhan santri kelas VII sebagai anggota Pramuka Penggalang di lingkungan Gugus Depan SMPIT Harapan Umat Ngawi.
Upacara Penerimaan Tamu Penggalang menjadi bagian awal dari rangkaian kegiatan kepramukaan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan peserta didik baru pada lingkungan gugus depan, menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama, sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan kegiatan kepramukaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan upacara yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Seluruh peserta kemudian mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat hingga memasuki acara inti, yaitu penerimaan tamu penggalang.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Anang Wahyudi, selaku Kamabigus Gugus Depan SMPIT Harapan Umat Ngawi, menyampaikan amanat kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan di luar kelas, permainan, maupun aktivitas di alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka menjadi ruang pembelajaran kehidupan bagi para peserta didik.
“Pramuka adalah tempat kita belajar menjadi pribadi yang siap menghadapi kehidupan. Belajar memimpin dan dipimpin. Belajar bekerja sama. Belajar bertanggung jawab. Belajar melayani. Dan yang paling penting, belajar menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.”
Dalam amanatnya, Kak Anang juga memperkenalkan visi Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu, yaitu:
“Menjadikan pribadi yang bertakwa, tangguh, tangkas, dan teguh dalam pribadi yang shalih.”
Beliau kemudian mengajak seluruh santri memahami empat nilai utama tersebut.
Pertama, takwa. Seorang Pramuka SIT tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dan kemampuan dalam berbagai aktivitas kepramukaan, tetapi juga harus memiliki kedekatan kepada Allah SWT. Setiap keterampilan dan aktivitas yang dilakukan harus menjadi bagian dari upaya membentuk pribadi yang taat dan berakhlak.
Kedua, tangguh. Santri diharapkan memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta mampu bangkit dan belajar dari setiap tantangan yang dihadapi.
Ketiga, tangkas. Pramuka harus memiliki kemampuan untuk bertindak secara cepat, tepat, terampil, dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi kehidupan.
Keempat, teguh. Keteguhan berarti memiliki prinsip, pendirian, dan komitmen yang kuat dalam menjalankan kebaikan. Seorang santri diharapkan tidak mudah terbawa oleh pengaruh negatif serta mampu istiqamah dalam memegang nilai-nilai Islam.
Kak Anang juga mengingatkan bahwa nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui pengamalan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Dasa Dharma bukan sekadar teks yang dihafalkan, tetapi harus menjadi nilai yang tercermin dalam sikap, ucapan, dan perilaku setiap anggota Pramuka.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka sebagai pengingat akan janji dan kode kehormatan yang menjadi pedoman setiap anggota Pramuka.
Momen penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penyematan tanda secara simbolis kepada perwakilan santri kelas VII. Penyematan tersebut menjadi simbol bahwa para peserta didik baru secara resmi telah bergabung dalam Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu Gugus Depan SMPIT Harapan Umat Ngawi.
Dengan diterimanya santri kelas VII sebagai anggota Penggalang, mereka secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pramuka SMPIT Harapan Umat Ngawi dan akan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan selama menempuh pendidikan di sekolah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri kelas VII untuk mengenal dan menghayati nilai-nilai kepramukaan melalui berbagai aktivitas yang akan dilaksanakan pada semester ganjil. Berbagai kegiatan nantinya diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan Pramuka yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, SMPIT Harapan Umat Ngawi berharap para santri mampu tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, tangguh, tangkas, dan teguh, sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Penerimaan Tamu Penggalang bukanlah akhir dari sebuah prosesi, melainkan langkah pertama dalam perjalanan panjang untuk belajar memimpin, melayani, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.